Minggu, 21 Juni 2009

Latar Belakang TPA Ulul Azmi

Dalam rangka meningkakan kualitas keilmuan dan pembelajaran Kitab Suci AlQuran, maka pada bulan Ramadhan tahun 2007 tepatnya mulai tanggal 16 September sampai dengan tanggal 29 September terbentuk sebuah kegiatan bernama “SEMARAK RAMADHAN” (SEDHAN). Kegiatan yang diselenggarakan meliputi ceramah tauhid, tadarus Al Quran, pelajaran berwudhu, pelajaran sholat, kisah Rasul dan sahabat, pemutaran film anak Islami dan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendapatkan ilmu Allah melalui Pembelajaran Al Quran dan doa-doa mulia. Kegiatan lomba seperti lomba mengumandangkan suara adzan, lomba hafalan surat-surat pendek dan kuiz dilakukan sebagai bentuk evaluasi hasil pembelajaran serta menjadi kegiatan yang dimaksudkan membina rasa percaya diri dan berani tampil. SEDHAN ini dikelola kaum ibu secara bersama di lingkungan RW 08 Kelurahan Kelurahan Rawajati,. Evaluasi terhadap SEDHAN menyimpulkan bahwa di lingkungan RW 08 Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan Rawajati, Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan minat anak terhadap kegiatan keagamaan cukup tinggi hal ini disebabkan oleh metoda pembelajaran yang didisain dengan pembobotan pada aspek budi pekerti dan akhlak muslim. Materi pelajaran disampaikan dengan pola bermain, tanya jawab dan peragaan oleh orangtua dan remaja sekitar yang berkompeten, secara sukarela. Demikian pula sambutan positif terhadap penyelenggaraan SEDHAN diperoleh dari para orangtua yang merasakan manfaat adanya peningkatan budi pekerti putra-putri mereka setelah mengikuti kegiatan SEDHAN. Untuk memenuhi harapan anak dan orangtua peserta SEDHAN, maka pada bulan Ramadhan 2008 kembali diadakan kegiatan SEDHAN yang diberinama SEDHAN II dan berlangsung selama 15 hari.

Kegiatan SEMARAK RAMADHAN (SEDHAN) adalah bukti bahwa banyak kalangan peduli untuk membina putra-putri bangsa menjadi calon penerus yang sadar akan pentingnya dasar keislaman sebagai bekal mereka. ang mahir. Kegiatan ini merupakan kegiatan secara swadaya dan swadana, kegiatan pengajian ini dikelola hanya bermodal keikhlasan untuk mencerdaskan generasi muda penerus bangsa.

Beberapa kesan dan pesan peserta SEDHAN :

“Tidak ada kata terlambat dalam mencari ilmu, dapat bertambah ilmu dan pengalaman, semoga Ramadhan yang akan datang akan slealu diadakan karena kegiatan SEDHAN sangat menyenangkan” (Andi)

“Mohon diadakan SEMARAK RAMADHAN tiap tahun, saya jadi lebih banyak tahu tentang agama” (Siti Marhamah)

“Seru deh ikut SEDHAN tahun ini karena banyak mendapatkan teman yang baik, kita di sini belajar mengaji dengan serius diberikan cerita tentang para nabi atau ceramah”(Gita)

“Saya mendapatkan ilmu yang banyak sekali dan yang mengajar juga baik-baik, aku senang ikut pesantren ini supaya aku pintar dalam agama, kalau bisa tahun depan harus bisa semakin semarak lagi, kalau buka puasa jadi tidak terasa, tau-tau magrib dan berbuka puasa banyak teman” (Saiful)

Pesantren kilat bagus, mohon dapat diteruskan setelah lebaran” (Fatah)

Setelah SEDHAN usai, anak-anak peserta tidak lagi memiliki wadah berkumpul dan belajar bersama tentang Islam dan Al Quran. Berdasarkan kondisi tersebut serta melihat minat anak-anak untuk belajar mengaji dan haus akan informasi seputar agama maka kami memberanikan diri untuk mendirikan kelompok belajar yang dikelola secara swadaya dan swadana. Kelompok belajar ini diberi nama Taman Pengajian Al Quran Ulul Azmi, didirikan pada bulan Januari 2009, saat ini program utama yang diselenggarakan adalah pengajian anak usia 5-20 tahun, pada setiap hari Ahad pagi setelah sholat Shubuh. Jumlah anak yang menjadi peserta pengajian terdapat sebanyak 30 orang, berasal dari keluarga di lingkungan kelurahan Rawajati. Materi pelajaran yang disampaikan terdiri atas pelajaran pokok yaitu pelajaran baca tulis Al Quran dengan tajwid,dan pelajaran pelengkap yang meliputi pelajaran berwudhu, hafalan doa serta surat-surat pendek, pelajaran tentang kisah Nabi dan sahabat. Pengajaran Mengaji dilakukan secara sukarela oleh warga yang bersedia dan mampu mengajar mengaji, secara bersama-sama. Dalam perkembangannya, atas permintaan ibu-ibu untuk dapat pula mengikuti TPA ini, maka saat ini kegiatan pengajian di Taman Pengajian Al Qur’an Ulul Azmi juga diikuti kaum ibu warga sekitar yang menyadari kelemahan dan belum sempurna dalam pengenalan dan pelafazan huruf-huruf Al Qur’an secara benar Secara bergiliran kemahiran membaca huruf-huruf Al Qur’an dipelajari dengan pola bimbingan yang mahir melatih bacaan yang kurang mahir.


Kegiatan belajar menggunakan ruangan mushalla Daarush Shabirin berukuran 10 x 10 m. Kegiatan belajar dipimpin oleh seorang guru tetap dan seorang guru tamu, serta beberapa orang ibu yang peduli.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar